Kabar

Titik Foto Terbaik Berlatar Gunung Inerie

Gunung Inerie menjadi ikon perhelatan budaya Indonesiana di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur pada 2-10 Juli 2019. Bagi orang Ngada, Inerie bukan sekadar nama gunung berapi aktif dengan ketinggian lebih kurang 2.245 meter di atas permukaan laut. Inerie adalah sosok ibu yang cantik, penuh kasih, memberi suasana teduh, dan simbol kekuatan yang mengayomi.

Berdiri agung dan megah dengan rangkaian perbukitan dan hamparan biru langit dan laut Pantai Aimere, siapa pun yang datang ke sini pasti ingin sekali mengabadikan pemandangan bersama Sang Ibu. Dari sekian banyak jalan berliku yang menghadap Gunung Inerie, berikut ini dua tempat terbaik untuk berfoto ria dengan latar gunung tertinggi di Bajawa tersebut:

1. Bukit Wolobobo

Berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, Bukit Wolobobo menjadi salah satu destinasi wisata wajib kalau ke Bajawa. Di sini ada banyak spot photo berlatar Gunung Inerie dan Ebulobo yang dijamin instagramable banget. Jalannya juga sudah dibata dan sangat nyaman untuk mengambil gambar.

Tapi bagi kamu yang takut ketinggian, mungkin butuh keberanian lebih untuk berdiri atau duduk di spot fotonya. Sebab untuk memberikan efek “negeri di atas awan”, hampir semua titik foto terletak di ujung tebing. Waktu terbaik untuk mengunjungi bukit di kawasan hutan lindung ini adalah saat matahari terbit di pagi hari, siang hari ketika tidak berkabut, dan sore hari menjelang terbenamnya Sang Surya. Pastikan kamu membawa baju tebal kalau berkunjung ke Wolobobo, karena udaranya sangat dingin dan berangin sampai membuat tangan beku dan mati rasa. Meski begitu, kamu enggak perlu khawatir soal sinyal, karena di pintu masuk bukit Wolobobo terdapat menara BTS Telkomsel. Harga tiket masuknya juga sangat terjangkau, Rp5.000 per orang.

2. Heaven’s Door Manulalu

Manulalu, yang berarti ayam jantan dalam bahasa Bajawa, adalah maskot sebuah rumah makan sekaligus hotel bergaya Meksiko. Setiap sudutnya instagramable banget. Ada empat lokasi terbaik untuk berfoto dengan latar Gunung Inerie dari Heaven’s Door Manulalu ini.

Pertama, dari teras restoran. Kebayang menikmati makan dan minum dengan latar gunung tertinggi di Bajawa tersebut? Harganya juga terjangkau, berkisar Rp15.000-Rp25.000 untuk minuman biasa. Tersedia juga bir, koktail, dan anggur merah maupun putih dengan rentang harga Rp60.000-Rp400.000 per botol. Sementara makanannya bervariasi dari sup, salad, menu khas Indonesia dan Asia, hingga yang kebarat-baratan dengan kisaran harga Rp20.000-Rp95.000 per porsi. Restoran, yang beroperasi pukul 07.00-22.00 WITA, tersambung dengan hotel, harga menginapnya Rp500.000 per malam.

Kedua, dari rooftop restoran. Bikin foto panorama dan pre-wedding di sini, pasti keren. Lokasinya juga lebih leluasa untuk mengambil gambar.

Ketiga, dari halaman belakang agak ke bawah restoran yang sudah dipasang beberapa instalasi untuk foto. Untuk menuju ke halaman belakang ini, dikenai harga tiket masuk Rp5.000. Buka 24 jam setiap hari, tapi kalau sudah malam buat apa juga ke sana? Belum ada lampunya. 

Keempat, dari bungalo yang terpisah dari restoran, di dekat kaki Gunung Inerie. Harga penginapan Rp1,2 juta per malam. Recommended buat pengantin baru berbulan madu.     Selain dari kedua tempat tersebut, keindahan panorama piramida alam flores tersebut juga bisa dinikmati dari beberapa kampung adat, seperti Bena, Tude, Dona, dan Pantai Aimere, serta Pasir Putih Boba. Istilah orang Ngada, gunung di sini seperti Teletubbies, saling memeluk. Selain Inerie, Kabupaten Ngada dikelilingi Gunung Ebulobo dan Gunung Ine Lika. Tak heran, udaranya sangat dingin, berkisar 12-21 derajat celcius dan berangin, meski matahari begitu terik. (SD)

Menu