Di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, kekayaan budaya Indonesia berupa permainan tradisional mulai tergerus. Permainan-permainan yang dulu akrab mengisi masa kecil kini semakin jarang dimainkan, bahkan hampir punah. Padahal, permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang patut dilestarikan.
Daftar Permainan Tradisional yang Terancam Punah:
- Congklak: Permainan yang mengasah kemampuan berhitung dan strategi ini dimainkan dengan biji congklak dan papan kayu.
- Engklek: Permainan lompat-lompatan di atas kotak-kotak yang digambar di tanah ini melatih kelincahan dan keseimbangan.
- Bentengan: Permainan beregu yang menguji kerja sama dan strategi dalam mempertahankan “benteng” masing-masing.
- Gobak Sodor: Permainan yang membutuhkan kelincahan dan kecepatan ini dimainkan dengan menjaga garis batas dari lawan.
- Layang-layang: Permainan menerbangkan layang-layang ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kreativitas dalam membuat layang-layang.
- Kelereng (Gundu): Permainan yang biasa dimainkan anak laki-laki, membutuhkan keahlian khusus dalam membidik dan menjentikkan kelereng.
- Petak Umpet: Permainan ini sangat menyenangkan jika dimainkan beramai-ramai, dan dapat melatih pendengaran dan pengelihatan.
- Lompat Tali Karet: Permainan ini biasa dimainkan oleh anak perempuan, semakin tinggi dan cepat lompatannya, semakin seru.
Nilai-nilai Luhur dalam Permainan Tradisional:
- Kebersamaan dan Kerja Sama: Banyak permainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok, sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kerja sama.
- Sportivitas: Permainan tradisional mengajarkan pentingnya sportivitas, yaitu menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada.
- Kreativitas dan Imajinasi: Beberapa permainan tradisional, seperti membuat layang-layang, mendorong kreativitas dan imajinasi anak-anak.
- Kecerdasan dan Strategi: Permainan seperti congklak dan bentengan melatih kecerdasan dan kemampuan menyusun strategi.
- Aktivitas Fisik: Permainan tradisional umumnya melibatkan aktivitas fisik, sehingga baik untuk kesehatan dan kebugaran anak-anak.
Upaya Pelestarian Permainan Tradisional:
- Edukasi di Sekolah: Mengintegrasikan permainan tradisional dalam kegiatan ekstrakurikuler atau mata pelajaran muatan lokal.
- Festival dan Lomba: Mengadakan festival atau lomba permainan tradisional untuk menarik minat generasi muda.
- Pemanfaatan Media Sosial: Mempromosikan permainan tradisional melalui konten-konten menarik di media sosial.
- Dukungan Pemerintah dan Komunitas: Melibatkan pemerintah dan komunitas dalam upaya pelestarian permainan tradisional.